Jumat, 23 Desember 2011
Minggu, 02 Januari 2011
GUIDANCE IN LIFE Rasoolullah menage
ent or sustained in the advise. This is indicated by the word of his Shalallahu 'alaihi wasallam:
means:ie "if you are the husband did not advise them (the wives), they remain in a state bent,"means to remain in a state of false and erroneous. Because it is her weak and lack of reason and religion, and have bent nature because it was created from a bent rib, as mentioned in the hadeeth, so always need of advice.
But not even this rule is also recommended for a wife to give advice to her husband with a good way too, because much-needed advice for anyone. And for anyone who is able should be done. Allah Subhanahu wata'ala says (meaning):"And the advice of counsel and advice in order to obey the truth in order to fulfill advised patience." (Al 'Ashr: 3)
Messenger of Allaah upon him blessings and peace:
that is"Religion is advice." (Narrated by Muslim, no. 55)So a household will remain strong and will achieve a life that sakinah, God willing, in the presence of mutual advising in goodness and piety.
means:ie "if you are the husband did not advise them (the wives), they remain in a state bent,"means to remain in a state of false and erroneous. Because it is her weak and lack of reason and religion, and have bent nature because it was created from a bent rib, as mentioned in the hadeeth, so always need of advice.
But not even this rule is also recommended for a wife to give advice to her husband with a good way too, because much-needed advice for anyone. And for anyone who is able should be done. Allah Subhanahu wata'ala says (meaning):"And the advice of counsel and advice in order to obey the truth in order to fulfill advised patience." (Al 'Ashr: 3)
Messenger of Allaah upon him blessings and peace:
that is"Religion is advice." (Narrated by Muslim, no. 55)So a household will remain strong and will achieve a life that sakinah, God willing, in the presence of mutual advising in goodness and piety.
Sabtu, 01 Januari 2011
Kiamat Pasti Datang
Abdullah Saleh Hadrami
Allah –Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ
“Dan berikan peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dzalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, pasti kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa ?……”
(Surat 14 Ibrahim (Nabi Ibrahim –Alahis Salam Ayat 44)
Kandungan Ayat:
- Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
- Peringatan dari Allah akan datangnya hari kiamat, yaitu hari datangnya adzab.
- Hari kiamat adalah benar adanya dan semua manusia di bangkitkan dari kuburnya untuk berkumpul di padang mahsyar (tempat yang sangat luas).
- Hari kiamat adalah hari keadilan yang sebenarnya, sebagian manusia masuk ke dalam surga dan sebagian yang lain masuk ke dalam neraka.
- Orang-orang yang dzalim, kafir, munafik dan banyak maksiat pasti menyesal saat itu.
- Mereka ingin agar di kembalikan ke dunia untuk bertaubat dan beramal saleh yang selama ini mereka tinggalkan.
- Mereka berjanji untuk mematuhi seruan Allah dan mengikuti para rasul.
- Janji mereka adalah janji palsu, “Sekiranya mereka di kembalikan ke dunia, pastilah mereka kembali kepada apa yang mereka dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.” (Al-An’aam: 28).
- Mereka adalah orang-orang sombong dan tidak mempunyai keimanan yang benar akan hari kebangkitan.
- Mereka selalu menutup telinga dan tidak pernah mau mendengar nasehat, kalaupun mendengar mereka tidak mengamalkannya.
- Hati mereka penuh dengan penyakit syahwat (hawa nafsu) dan syubuhat (keragu-raguan).
- Mereka terlena dan tertipu oleh kehidupan dunia yang fana.
- Sesal dahulu pendapatan dan sesal kemudian tiada guna.
- Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang serupa dengan ayat tersebut diatas, yaitu: Al-Mukminun: 99-100, Al-Munafiqun: 10-11, As-Sajdah: 12-14, Al-An’aam: 27-28, Al-A’raaf: 53, Faathir: 36-37.
Allah –Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ
“Dan berikan peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dzalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, pasti kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa ?……”
(Surat 14 Ibrahim (Nabi Ibrahim –Alahis Salam Ayat 44)
Kandungan Ayat:
- Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
- Peringatan dari Allah akan datangnya hari kiamat, yaitu hari datangnya adzab.
- Hari kiamat adalah benar adanya dan semua manusia di bangkitkan dari kuburnya untuk berkumpul di padang mahsyar (tempat yang sangat luas).
- Hari kiamat adalah hari keadilan yang sebenarnya, sebagian manusia masuk ke dalam surga dan sebagian yang lain masuk ke dalam neraka.
- Orang-orang yang dzalim, kafir, munafik dan banyak maksiat pasti menyesal saat itu.
- Mereka ingin agar di kembalikan ke dunia untuk bertaubat dan beramal saleh yang selama ini mereka tinggalkan.
- Mereka berjanji untuk mematuhi seruan Allah dan mengikuti para rasul.
- Janji mereka adalah janji palsu, “Sekiranya mereka di kembalikan ke dunia, pastilah mereka kembali kepada apa yang mereka dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.” (Al-An’aam: 28).
- Mereka adalah orang-orang sombong dan tidak mempunyai keimanan yang benar akan hari kebangkitan.
- Mereka selalu menutup telinga dan tidak pernah mau mendengar nasehat, kalaupun mendengar mereka tidak mengamalkannya.
- Hati mereka penuh dengan penyakit syahwat (hawa nafsu) dan syubuhat (keragu-raguan).
- Mereka terlena dan tertipu oleh kehidupan dunia yang fana.
- Sesal dahulu pendapatan dan sesal kemudian tiada guna.
- Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang serupa dengan ayat tersebut diatas, yaitu: Al-Mukminun: 99-100, Al-Munafiqun: 10-11, As-Sajdah: 12-14, Al-An’aam: 27-28, Al-A’raaf: 53, Faathir: 36-37.
Jumat, 03 Desember 2010
kunang-kunang
If we are not the lamps that illuminate the night, it is enough we become fireflies that will accompany night
Jumat, 26 November 2010
21 المدافع عن فلسطين

هل تعرف ما يستحق الدفاع عنه ،عندما لا يستحق الموت من اجل؟أنها لا تأخذ نفسا بعيداوكنت تظن نفسك الخانقة؟هل الألم تزن خارج فخر؟وكنت تبحث عن مكان للاختباء؟لم شخص ما كسر قلبك الداخل؟كنت في حالة خراب.
واحد و 21 بنادقوضع ذراعيكالتخلي عن الكفاحواحد و 21 بنادقرمي السلاح الخاص بك الى السماء ،أنت وأنا
عندما كنت في نهاية الطريقوفقدت كل معنى للتحكمواتخذت أفكارك أثرهاعندما عقلك فواصل روح روحكإيمانك يمشي على الزجاج المكسورومخلفات لا يمرالذي بني من أي وقت مضى لا شيء إلى آخركنت في حالة خراب.
واحد و 21 بنادقوضع ذراعيكالتخلي عن الكفاحواحد و 21 بنادقرمي السلاح الخاص بك الى السماء ،أنت وأنا
هل تحاول أن تعيش لوحدكعندما احترق المنزل والمنزل؟هل تقف قريبة جدا من النار؟مثل كذاب يبحث عن مغفرة من حجر
عندما حان الوقت لعش ودعه يموتوأنت لا تستطيع الحصول على آخر محاولةقد مات شيء داخل هذا القلبكنت في حالة خراب.
واحد و 21 بنادقوضع ذراعيكالتخلي عن الكفاحواحد و 21 بنادقرمي السلاح الخاص بك الى السماء
شرارة النور الإلهي
Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya 'percikan cahaya Ilahi' sajalah yang meneranginya. Ketika mata-hati telah dibutakan oleh nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran. Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahaya tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa telah terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari ilahi (al-fath ar-rubbani) dan limpahan cahaya dari Tuhan Yang Maha Pengasih (al-faidh ar-rahm'ani).
"Jika kau masih takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika kau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka kau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita." Demikian isi salah satu petuah dalam buku ini.
Buku yang berisi petuah-petuah dari pendiri dan pemuka tarekat Qadiriyah ini, Syaikh 'Abdul Qadir Jailani, sangat penting bagi para penempuh jalan rohani (salik) yang selalu mengharapkan keridhaan Allah...
"Jika kau masih takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika kau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka kau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita." Demikian isi salah satu petuah dalam buku ini.
Buku yang berisi petuah-petuah dari pendiri dan pemuka tarekat Qadiriyah ini, Syaikh 'Abdul Qadir Jailani, sangat penting bagi para penempuh jalan rohani (salik) yang selalu mengharapkan keridhaan Allah...
Makam Arung Palakka
Makam yang letaknya di sebelah kanan adalah Makam Arung Palakka. Harum bunga dan setanggi tercium kuat di dalam ruangan yang licin dan mengkilap ini.
Arung Palakka lahir pada hari Jumat, 15 September 1635, di sebuah desa yang bernama Lamotto, Mario-ri Wawo, Soppeng, dan meninggal di Bontoala, 6 April 1696. Ayahnya bernama Lapattobune Aru Tana Tengga dan ibunya bernama We Tennisui, yang adalah puteri Raja Bone XII.
Arung Palakka pernah hidup dan menjadi seorang jagoan yang ditakuti dan malang melintang di Batavia sejak tahun 1660-an, saat ia bersama pengikutnya melarikan diri dari kekuasaan Sultan Hasanuddin di Makassar. Oleh VOC ia diberi daerah di pinggiran Kali Angke, hingga ia disebut To Angke atau orang Angke.
Arung Palakka kemudian membangun persekutuan rahasia dengan Cornelis Janszoon Speelman dan seorang pria yang berasal dari Pulau Manipa, Ambon, bernama Kapiten Jonker. Mereka memegang kendali atas VOC, termasuk monopoli perdagangan emas dan hasil bumi.
Arung Palakka adalah orang yang memimpin penaklukan Sumatra dan menghancurkan perlawanan rakyat Minangkabau terhadap VOC. Kisahnya berawal pada tahun 1662, ketika dibuat Perjanjian Painan antara VOC dengan pemimpin Minangkabau di Padang yang bertujuan memonopoli perdagangan di pesisir Sumatera, termasuk monopoli emas Salido.
Namun rakyat Minangkabau marah dan mengamuk pada tahun 1666, menewaskan Jacob Gruys, perwakilan VOC di Padang. Arung Palakka pun dikirim VOC ke Minangkabau, dan bersama pasukannya ia berhasil mematahkan perlawanan rakyat Minangkabau dan menaklukkan seluruh pantai barat Sumatera, serta memutus hubungan antara Minangkabau dengan Aceh.
Bersama Arung Palakka, Speelman menghancurkan Benteng Sombaopu milik Kerajaan Gowa dan lalu menguasai perdagangan di Indonesia timur, khususnya jalur rempah- rempah Maluku. Speelman akhirnya berhasil menjadi Gubernur Jenderal VOC pada tahun 1681.
Sedangkan Kapiten Jonker adalah orang yang berhasil menangkap Trunojoyo dan mematahkan perlawanan para pengikutnya.
Namun kejayaan selamanya selalu dekat dengan kehancuran. Seorang perwira asal Perancis bernama Isaac declornay de Saint Martin, berhasil mengungkap korupsi yang dilakukan Speelman sehingga ia dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Jenderal.
Isaac pun mempengaruhi Gubernur Jenderal Champuys untuk segera menyingkirkan Kapiten Jonker. Daerah kekuasaan Kapiten Jonker di Pejonkeran Marunda pun dikepung dan diserbu. Kapiten Jonker terbunuh, kepalanya dipancung dan dipamerkan kepada khalayak ramai. Para pengikutnya juga dibunuh, dan keluarganya diasingkan ke Colombo dan Afrika.
Langganan:
Postingan (Atom)
Oes Hifdzer



